Minggu, 19 Februari 2017

Minum Teh adalah Kultur Orang Tegal

Bro kenapa di kotamu banyak sekali tugu poci? dan ada juga gambar poci dimana-mana.

Sebuah pertanyaan yang sering saya dengar dari teman yang berasal dari kota lain saat sedang mampir kerumah saya di Tegal. Entah gimana saya harus menjelaskannya karena ini butuh waktu yang panjang untuk menceritakannya, tapi mereka malah tetap ingin mendengarkannya meskipun harus menghabiskan 2 cangkir kopi sekaligus.

Sumber foto : www.imgrum.net
Sumber foto : Kompasiana
Kemudian saya melanjutkan dengan sebuah kalimat "Tegal bisa juga disebut sebagai kotanya teh."

Saya bukannya berlebihan menyebutkan kota/kab. Tegal sebagai kotanya teh. Pertama bisa dilihat dengan berdirinya Empat pabrik teh besar yang merajai pasar dalam negri. Dan keempat pabrik teh ini adalah PT. 2 Tang, PT. Teh Poci, PT. Tong Tji, dan PT. Teh Gopek.

Selanjutnya tentang mencerminkan kota/kab. Tegal sebagai kota teh adalah disetiap sudup kota, dan juga dijalan-jalan banyak sekali tugu teh lengkap dengan pocinya. Bahkan, hampir setiap warung atau ruko banyak yang menempelkan gambar, banner, stiker atau hal-hal lain yang berbau teh.

"Luar biasa" kata teman begitu saya menjelaskan sedikit tentang kota teh ini.

Dengan sesekali menyruput kopi yang dihidangkan temen, kemudian saya melanjutkan.

Hal yang paling menegaskan bahwa kota/kab. Tegal sebagai kota teh adalah masyarakatnya. Iya... masyarakatnya. Kenapa bisa begitu? Coba tengok di beberapa kota lain atau bahkan di kota paling sibuk (Jakarta) sekalipun. Bahwa, minum teh hanyalah kegiatan kecil tanpa makna yang sering mereka lakukan. Ada juga yang mengatakan kalau minum teh hanya mengundang penyakit saja. Tapi tidak bagi warga Tegal, karena bagi kami (Orang Tegal), minum teh adalah kultur kami. Dimana disetiap kali ada acara/hajatan, atau kita sedang nongkrong, bahkan sedang santai sekalipun, tidak lengkap kalau tidak ada teh didepannya. Ya.. minum teh sudah menjadi bagian penting dari aktifitas kami para warga Tegal.

Tidak bisa dipungkiri lagi kalau minum teh menjadi bahan pokok kita seperti halnya makan nasi.

"Kenapa bisa begitu ki?" Kata teman yang begitu keheranan mendengar kebiasan/tradisi kami orang Tegal.

Entah ini keajaiban atau tidak, begitu nikmatnya meminum teh manis panas ketika baru bangun tidur atau disaat pagi-pagi. Teh tersebut seperti menambahkan kekuatan bagi kita untuk memulai aktifitas kita di sepanjang hari. Kemudian ditutup dengan kembali minum teh di sore hari menjelang malam untuk memulihkan kembali tenaga yang sudah kita keluarkan sepanjang hari tadi. Karena itulah yang menjadikan teh sebagai minuman wajib kami.

Kalau kata orang-orang jaman dulu, biasanya sering menyebutkan kata WASGITEL ketika sedang menikmati secangkir teh. Bahkan kata Wasgitel itu sendiri sudah menjadi semboyan kita yang artinya : Wangi, Panas, Legi (Manis), dan Kentel. Karena ada aroma wanginya yang berasal dari kembang/bunga melati yang dicampur dengan daun teh muda serta batangnya yang membuat rasanya menjadi wangi dan agak sepet dilidah, namun anehnya malah membuat ketagihan banyak orang dari kota lain, apalagi dipadukan dengan gula batu dan diminum dalam keadaan agak panas. Rasanya bener-bener mengalihkan duniamu.

"Bro kalau melatinya terus-menerus di petik untuk tambahan bahan pembuat teh lama-lama melatinya bisa habis dong" lanjut teman saya.

"Sapa bilang?" Jawab saya dengan pede-nya.

2013. Tegal adalah pengekspor bunga melati terbesar di dunia dengan jumlah ribuan ton melati.

Ya.. itu kata mentri pertanian Indonesia, juga di benarkan oleh Bupati Tegal Ki Enthus Susmono saat diundang dalam acaranya Om Tukul Arwana.

Ini di karenakan luasnya lahan milik para petani kebun melati yang ada di Tegal. Bahkan ada beberapa lahan kosong lagi diberbagai titik yang nantinya akan pula di tanami pohon melati. Dan hebatnya para petani ini bisa menjaga pohon melatinya meskipun sedang musim hujan yang kadang bisa merusak pohon melati.

Jadi, kita tidak akan kehabisan melati untuk menjadikannya sebagai tambahan bahan pembuat teh.

Lalu apakah semua melati-melati itu dijadikan sebagai salah satu bahan campuran pembuat teh? Tidak. Melati-melati itu sering juga dijadikan sebagai hiasan kalung dalam acara sebuah pernikahan adat jawa khususnya. Bisa juga dijadikan sebagai bahan luluran atau masker, bahkan seringnya sebagai campuran bahan pembuat minyak wangi.

Saya rasa penjelasan tentang Melati cukup sampai disini dan kembali lanjut dengan topik kota teh.

****

Masih ingat keempat pabrik teh yang saya sebutkan diatas tadi? Dengan merk yang sama dengan nama pabriknya itu (Teh 2 Tang, Teh Poci, Teh Tong Tji, dan Teh Gopek) menjadikan merk teh ternama yang merajai dunia pasar.

Sumber Foto : diTegal.com
Sumber Foto : teh poci tehnya indonesia
Sumber Foto : Citra Sukses International
Sumber Foto : UserExp.co
Bagi para penikmat teh, atau sedang berburu teh paling enak, datanglah ke Tegal dan rasakan teh buatan produk Tegal dengan cita rasa yang khas yang membuat orang ketagihan. Atau bisa juga dijadikan oleh-oleh khas dari Tegal untuk dibawa pulang ke kota-kota kelahiran anda.

"Oh jadi begitu kenapa Tegal banyak tugu poci dan gambar poci"

"Kurang lebih begitulah penjelasannya tentang kota teh ini"


Salam Keluyuran.

Sabtu, 04 Februari 2017

Sengaja Dikumpulkan Untuk ke Semarang

Terlalu lama.

Iya, terlalu lama.

Sudah terlalu lama kita Keluarga Sering Keluyuran tidak berkumpul lagi. Bahkan sudah hampir setahun tidak keluyuran bareng dengan anggota keluarga yang lengkap (Saya, Mala, Turis, Dwi, Rudi, Wiwi). Karena selalu saja tiap kali mau jalan pasti ada yang tidak bisa ikut, dan ini bisa mengurangi rasa kebahagiaan. Pedihnya, kita lebih sering keluyuran sendiri, penyebabnya bukan karena kita gak mau jalan bareng lagi, akan tetapi waktu dan jarak yang membuat kita sulit untuk berkumpul kembali.

Tahun lalu pada bulan april kita berenam (sekeluarga) pergi ke Semarang dalam acara "piknik" yang diadakan oleh toko emas kresno. Kebetulan Mala, Dwi, dan Wiwi (Serta Rudi) adalah pegawainya toko emas tersebut, jadi mereka bersama pegawai lainnya diharuskan untuk ikut piknik ke Water Blaster, Semarang. Karena di perbolehkan untuk membawa orang luar, jadi akhirnya Mala ngajak saya dan Dwi ngajak Turis. Akhirnya kita berkumpul bersama. Namun sayangnya, di Semarang kemarin itulah terakhir kalinya kita keluar rumah bareng-bareng. Setelahnya kita sibuk dengan urusan masing-masing lagi.


Sumber : Gelery Emak Danish
_______________



Sudah menjadi agenda khusus tiap tahun, bos toko emas kresno mengadakan piknik untuk para pegawainya. Biasanya, tempat yang dituju adalah taman rekreasi. Seperti pada tahun sebelum-sebelumnya yakni ke Rita Park Tegal, Owabong Purbalingga dan ke Planet Neptunus. Kemudian di bulan april 2016 ini bos toko emas kresno mengajak ke taman rekreasi Water Blaster yang ada di Semarang.

Pastinya disambut gembira sama Mala dan lainnya, apalagi di acara piknik kali ini diperbolehkan untuk mengajak orang lain. Jadilah Mala mengajak (lebih tepatnya memaksa) saya untuk ikut menjadi bagian dalam rombongan keluarga toko emas kresno. Dan akhirnya saya meng-iyakan untuk ikut.

Disisi lain, ternyata Dwi juga memaksa Turis untuk ikut ke Semarang rame-rame, alasannya cuma Dwi gak mau iri disana, karena kakak (Mala) dan adiknya (Wiwi) juga membawa pacarnya yaitu saya dan Rudi. Gak ada pilihan lain buat Turis menolak, akhirnya kita berenam kembali berkumpul lagi.

***

Pukul 6 pagi, kita berangkat ke Semarang dengan jumlah 2 bus pariwisata beriring-iringan melewati jalur pantura. Sementara didalamnya kita disajikan sebuah film oleh kondekturnya bus tersebut. Namun menonton film dalam perjalanan bukan ide yang bagus. Terbukti. Semuanya mengantuk dan sunyi dalam bus. Tapi sang kondektur gak habis akal, karena setelah film di matikan kemudian mulai menyetel lagu-lagu pop sambil menyerahkan mikrofon ke siapa saja yang ingin ikut bernyanyi.

Keadaan didalam bus makin seru dan penuh tawa karena ada salah satu teman dari kita yang mencoba menyanyi tapi suaranya gak beda jauh sama teriakan tikus kejepit. Ini cukup menghibur. Bagi mereka. Tidak bagi saya dan Turis yang baru sampai di Tegal tadi pagi jam 3. Rasa ngantuk akibat kurang tidur membuat kita tidak menikmati hiburan yang ada didalam bus.

Setelah itu, Turis berdiri dan meminta mikrofon yang ada di kursi depan. Saya pikir Om Awang (Scuritynya toko emas kresno) yang mau nyanyi. Ternyata dia sendiri mau unjuk gigi.

bla bla bla bla. na na na na....

Suaranya lumayan.

selesai nyanyi, dia bisikin saya "Ngantuknya langsung hilang ki"

Karena Mala denger akhirnya ikut nyaut. "Sekarang gantian kamu sayang. Kamu kan bagus kalau nyanyi"

Kalau saya anaknya bukan pemalu, bisa saja saya berdiri dan meminta mikrofonya kayak Turis, atau bahkan nyanyi sambil kayang. Cuma masalahnya saya pemalu.

"Ogah akh. Malu sayang"

Eh Mala enak banget balesnya. "Ikh kamu mah gak mau nurutin apa yang aku inginkan"

"Oke aku mau nyanyi tapi dangndut" saya bilang gini karena saya malu kalau nyanyi disekitar orang yang gak dikenal, sambil berharap sang kondektur gak punya lagu dangndut.

Tak berselang lama. Lagunya beneran ganti dangndut.

Dalam hati saya "Mampus kau ki... Mampus kau ki"

Tapi untungnya, begitu saya memasrahkan diri buat nyanyi, akhirnya kita sampai di tempat yang kita tuju. Water Blaster.

Dalam hati saya "Selamat kau ki... Selamat kau ki"

***

Obyek wisata yang letaknya berada di Jl. Bukit Candi Golf No. 1, (Semarang 50274) ini (katanya) merupakan waterpark yang pertama kali berdiri di Semarang dan menjadi andalan sebagai tempat rekreasi keluarga warga kota Semarang. Terdiri dari 20 lebih wahana didalamnya bisa memberikan pengalaman seru bagi siapa saja yang suka permainan air kayak : slider, slide race, beach dan family slide. Selain itu masih banyak lagi berbagai wahana permainan air yang menarik baik untuk anak-anak, remaja, maupun orang dewasa seperti : Flying Fox, Bandulan, Blaster Warior, Cross Over Dengan ATV, Great Wall, Jungle Tree, Paint Ball dan lain-lain. Ada juga wahana permaian baru di Water Blaster semarang yang baru lebaran kemarin diresmikan, yakni Wave Pool dan Boomerang.

Jujur. Saya sebenernya gak terlalu suka sama kolam renang atau wahana apapun yang berkaitan dengan air. Alasannya cuma satu. Gak bisa renang.

Untuk alasan kenapa saya gak bisa renang karena dulu semasa kecil gak pernah sekalipun main di kali/sungai. Pasti gak di ijinin sama orangtua tiap kali ada temen yang ngajakin main-main disungai. Hasilnya ketika ada ujian olahraga renang, temen-temen yang lain makin bisa renang sedangkan saya cuma melipir di pinggiran kolam saja. Dan sekarang akibat dari kecil gak pernah renang mau belajar jadi susah dan pastinya takut tenggelam lah, takut kemasukan air lah, takut matanya merah lah pokoknya cemen banget. Beda sama temen yang sekarang sudah jadi perenang dan sering ikutan lomba tingkat kota, padahal awalnya dia cuma suka main ke sungai.

***

Selesai ganti baju renang, kita berenam jalan-jalan keliling mengitari luasnya waterpark yang ada di semarang ini. Setelah puas, kita mulai mencoba satu-persatu menikmati wahana airnya. Ini momen yang paling gak saya sukai. Dengan wahana air yang bernama Slider ini menjadi yang pertama. Dan slider ini menjadi wahana tertinggi di Water Blaster dengan 2 lintasan yang sepanjang (kalau diluruskan) kurang lebih 230 m. Dan kita akan di puter sana, puter sini sesuai bentukannya wahana ini sampai di kolam yang bawah. Bagi Turis dan yang lainnya yang seneng banget sama tantangan sih enak. Tapi bagi cowok cemen kayak saya mana berani meluncur sepanjang 230 m.

Tapi untunglah, wahana ini gak ada yang jaga dan pengunjung siapapun gak diperbolehkan main. Dalam hati saya ketawa.

Kemudian kita beralih ke wahana sebelahnya "Slide Race". Kenapa ada kata Race? Karena diwahana ini memiliki kecepatan dalam meluncur kebawah. "Oh my god" dalam hati saya.

Disini tempatnya anak-anak yang suka meluncur dengan cepat, bahkan sering dijadikan ajang balapan sampai turun kebawah.

"Eh ini kayaknya tutup lagi deh wahananya" kata saya mencoba mengalihkan perhatian biar gak jadi lagi.

"Enggak ko. Itu banyak anak-anak yang meluncur"

"Iya sih, saya juga liat dari tadi" dalam hati. Mampus kau ki

Begitu sampai di atas, di ketinggian 12 m kita mengantri.

Kampretnya, wahana se-ngeri ini malah banyak yang minat. Mereka udah pada bosen idup kali ya.

Satu persatu diantara kita mulai meluncur. Turis, Wiwi, Rudi, Mala, Dwi dan tinggal saya yang terakhir.

"Ayo mas meluncur" kata penjaga wahana tersebut.

"Entar deh. Masih pengin liat pemandangan dari atas sini" Alasan saya "Silahkan mas duluan" sambil mempersilahkan mas-mas yang dibelakang duluan. Sementara dibawah Mala dan Wiwi melambaikan tangan memberitahukan dimana mereka berada.

Sebenernya pengin banget turun lewat tangga. Tapi ini gak cowok banget namanya. Saya harus meluncur. Tenang, ini hanya permainan kok.

Akhirnya saya meluncur dengan posisi kaki lurus dan tangan diletakkan di kepala sesuai perintah penjaga wahana ini. Dan bodohnya saya, begitu meluncur saya teriak. Saya lupa kalau ini bukan wahana theme park kayak di Rita park, jadinya begitu sampai didasar, air masuk kemulut sebanyak-banyaknya. Kampret emang.

Mungkin sewaktu tadi saya meluncur gak sampai 3 detik. Ini menjadi 3 detik paling menegangkan dalam hidup saya.

Selanjutnya kita main ke wahana-wahana yang ringan-ringan saja, karena wahana yang menantang di Water blaster ini cuma 2 yang tadi. Sampai akhirnya pukul 1 siang pun tiba dan kita bersiap-siap untuk pulang.

Cerita di Water Blaster saya kira cukup.

Sumber : Explore Semarang


_______________


Seandainya saja saya tau bahwa di Semarang waktu itu menjadi tempat terakhir kita keluyuran bersama berenam (karena sampai sekarang belum lagi), mungkin saya akan menyuruh mereka para brother and sister untuk tidak ikut pulang bareng rombongan melainkan lanjut keluyuran ke obyek lain yang ada di Semarang, karena kita butuh sesuatu yang lebih untuk kita kenang (kayak waktu ke dieng) selama kita tidak jalan bareng lagi. Saya harap persahabatan kita, kekeluargaan kita akan terus terjalin. Dan nantinya akan saya ceritakan kembali ke anak saya kalau ayahnya dulu semasa muda punya keluarga yang suka banget jalan-jalan.
Saya, Mala, Wiwi, Rudi, Dwi, Turis

Semoga di tahun 2017 ini diberikan waktu untuk kita berenam supaya bisa keluyuran kembali.

)Saya Rizki, yang sedang kangen.

Baca juga :

Jumat, 06 Januari 2017

Kenangan saat Keluyuran di 2016 dan Target Keluyuran di 2017

Tahun 2016 telah berlalu, namun kenangannya masih sangat terasa di otak saya, membuat rasa bersyukur yang amat dalam karena masih diberi kesempatan untuk keluyuran hingga di penghujung tahun 2016. Banyak hal baru yang saya lakukan di 2016 kemarin, termasuk mencoba berbagi cerita liburan/traveling/keluyuran kedalam blog.

Berikut perjalanan dari cerita saya di 2016 :


Rencana buat mendaki pertama kalinya terjadi ditahun 2014, namun semuanya gagal karena dari 10 anak yang semula berniat mendaki bareng, satu-persatu gugur hingga tersisa saya dan Mala (pacar), akhirnya gak jadi. Kemudian baru ditahun 2016 kemarin, saya untuk pertama kalinya mendaki gunung dan berdiri di ketinggian 2565 mdpl. Karena hal ini lah yang mengubah hidup saya yang semula hanya tukang tidur, sekarang jadi tukang keluyuran.

Februari : Anniversary 3th.

Sebagaimana umumnya sepasang kekasih yang selalu merayakan hari jadiannya, saya juga begitu. Pantai Alam Indah menjadi tempat kita mengenang 3 tahun lalu dimana di tempat ini juga saya menyatakan perasaan cinta kepada Mala.



Akibat kebosanan yang saya alami di Karawang waktu itu, membuat saya memberanikan diri untuk keluyuran sendiri ke tempat yang bener-bener beda dari sebutan kota industri di Karawang. Dan rasanya sangat menegangkan keluyuran sendiri, namun setelah saya pikir-pikir solo traveling bisa buat ajang mendewasakan diri.


Banyak banget pemandangan air terjun yang ada di Banyumas, bahkan tiap wisata air terjun di Banyumas mempunyai sisi keunikannya sendiri-sendiri, dan yang paling eksotis bagi saya adalah Curug Cipendok. Dimana ketinggiannya yang hampir 100 meter ini sanggup merubah rasa lelah jadi sumringah.


Saya emang suka banget menulis, bahkan tulisan saya berhasil masuk ke beberapa majalah dan koran, tapi prestasi terbesar bagi saya sendiri adalah berhasil membuat novel di tahun 2014. Kemudian setelah saya sering keluyuran ke beberapa kota membuat saya jadi ingin menulis novel tentang jalan-jalan/traveling, tapi untuk mewujudkannya itu saya perlu belajar dengan cara membuat cerita tiap kali keluyuran kedalam. Kenapa harus kedalam blog? Supaya banyak masukan tentang kepenulisan dari orang-orang yang lebih hebat dari saya.


Tepatnya didesa semedo, kec. Kedungbanteng, kab. Tegal. Ada beberapa warga yang menemukan tulang-belulang/fosil purba di hutan semedo semenjak beberapa tahun yang lalu, kemudian dikumpulkan dan sekarang sedang dibangun sebuah museum purba. Katanya tahun ini akan mulai dibuka. Karena rasa penasarannya, saya bersama adik saya pergi ke semedo dan itu beneran ada fosil binatang purba, bahkan fosil manusia purba.


Kab. Banyumas memberikan solusi bagi siapa saja yang ingin keliling dunia dengan modal dikit. Karena dengan hanya 15 ribu saja kita bisa keliling dunia dalam bentuk Miniatur. Seperti yang saya lakukan kemarin, bisa keliling dan foto-foto ke beberapa icon dari berbagai negara.


Sebuah impian besar, yang dimulai dengan impian kecil terlebih dahulu untuk membawa kita menuju ke impian besar itu. Impian besar saya adalah mengumpulkan keluarga kakek buyut saya untuk melakukan liburan bersama, sedangkan impian kecil yang sudah saya capai adalah mengajak keluarga dari kakek saya untuk liburan bahkan makan bareng di alam terbuka.

Kemudian di tahun 2017 ini, pencapaian yang ingin saya lakukan tidak akan muluk-muluk. Karena gak mungkin juga di tahun 2017 bakal langsung keluyuran ke Luar negri. Gak! Atau mungkin keluyuran ke berbagai planet. Itu jelas gak mungkin banget. Karena saya baru di dalam dunia traveling dan belum punya banyak tabungan juga untuk traveling, jadi yang pasti di tahun ini pengin lebih banyak keluyuran di jawa barat kalau diberi umur panjang dan rejeki berlimpah.

Tadi yang pertama, kemudian yang kedua dan seterusnya adalah :

2. Pengin mendaki lagi.

Seperti kata orang-orang lain, kalau sudah pernah mendaki gunung, pasti ketagihan pengin mendaki lagi. Dan ini juga berlaku pada saya.

3. Karimunjawa dan naik kapal.

Gara-gara fim titanic yang saya tonton dari dulu, membuat saya ingin sekali naik kapal dan berdiri di ujung kapal sambil teriak "Aku raja dunia" (salah satu kutipan dalam film titanic). Namun sampai saat ini belum kesampaian juga. Semoga ditahun ini saya bisa merasakannya dengan pergi ke pulau yang paling eksotis di Jawa (Karimunjawa).

4. Makan duren Purworejo.

Mungkin kab. Purworejo terkenal sebagai tempat persinggahan sementara bagi banyak orang saat melakukan perjalanan ke Jogja. Tapi bagi saya, Purworejo menjadi kota/kab yang ingin saya datangi. Sebab disana ada sodara saya, dan saya belum pernah sekalipun kesana. Tapi yang paling menggoda adalah banyak kebun durennya.

5. Candi Borobudur bareng pacar.

Candi yang pernah masuk dalam 7 keajaiban dunia ini memang tak pernah tergeserkan namanya dijajaran wisata top Indonesia bahkan dunia. Ini yang membuat saya tidak pernah bosan meski sudah berkali-kali kesini. Karena memang keren banget. Apalagi kalau bisa ajak pacar kesini. Double bahagia.

6. Melamar Mala.

Kalau usia sebuah hubungan makin lama, biasanya makin takut kehilangan. Seperti hubungan persaudaraan, persahabatan serta hubungan suami-istri. Dan itu juga berlaku pada usia masa pacaran saya dan Mala yang sudah lebih 3th. Tentunya harapan yang saya inginkan adalah bisa melamar Mala di tahun 2017.

Masih ada satu hal lagi yang ingin sekali saya capai. Bahkan sudah dari tahun kemarin. Tapi nyatanya belum kunjung terealisasikan. Satu hal ini adalah Punya berat badan ideal, susahnya minta ampun. Semoga di 2017 bisa saya capai.

Mungkin hanya ini yang ingin saya targetkan di 2017. Memang sih sangat sederhana, gak seperti para traveler keren lain yang menargetkan keliling ke luar negri, bahkan naik gunung tertinggi di dunia, atau mungkin terbang ke planet namek. Tidak. Saya tidak seperti itu dulu. Pengin sih tapi nanti. Melangkah yang dekat-dekat dulu baru ke yang jauh, begitupun naik gunung yang kecil-kecil dulu baru naik gunung yang paling tinggi. Semoga saya bisa mewujudkannya.

Selamat Tahun Baru 2017.

Sabtu, 31 Desember 2016

Piknik Asik ke Baturaden Bareng Keluarga

Setelah saya keluyuran ke beberapa tempat wisata baru di Banyumas, kali ini saya datang lagi ke Banyumas bersama keluarga ke obyek wisata yang sudah cukup lama kita dengar dan menjadi salah satu wisata populer dijawa tengah, yaitu Baturaden. 

Seperti halnya Candi Borobudur, siapa pun orangnya di Jawa tengah, pasti tau. Baturaden juga sama, siapa pun orangnya di Jawa tengah, pasti tau. Kecuali saya, sebelum jadi Mentri Pariwisata kemana-mana pasti belum ada yang tau.

Selain itu di Baturaden juga mempunyai kenangan manis buat saya, bahkan terlalu manis. Tepatnya 3 tahun yang lalu, Baturaden menjadi tempat kencan pertama saya dengan Mala yang sampai saat ini kita masih bersama. Karena di Baturaden inilah saya dan Mala berjanji untuk keliling bersama mencari tempat-tempat wisata yang belum kita datangi.
Ehm. Balik ke keluarga. Sebenernya ada keinginan besar dalam angan saya, yaitu mengumpulkan satu keluarga besar dari mulai anak-cucunya kakaknya kakek saya, sampai anak-cucunya adeknya kakek saya untuk liburan bareng entah kemana yang penting liburannya di Indonesia, namun untuk mewujudkan impian Besar tersebut, saya mulai dari yang kecil dulu dengan mengajak keluarga dari kakek saya (saja) untuk piknik bareng. Dan Alkhamdulillah, semuanya berjalan lancar. Bahkan saya mendapat keringanan karena saya tidak perlu membayar orang untuk membawa travel sewaan saya, karena bapak saya sendiri jago membawa mobil. Hehe Dan inilah cerita liburan kami. _________________________________________ Pukul 4 pagi,
Karena ingin makan bersama sekeluarga di Baturaden, ibu saya mulai disibukan dengan memasak nasi, masak ayam goreng dan berbagai lauk-pauk lainnya, begitu juga dengan Bude saya yang ikut masak dengan menu lain. Kemudian satu-persatu dari kita bangun dan mandi karena rencana berangkat tepat pukul 6. Sedangkan saya yang menjadi ketua panitia dalam liburan kali ini malahan masih tertidur dengan dengkuran khasnya saya. Tak lama kemudian saya bangun dan melihat adik saya sudah sangat rapih bahkan sedang main game playstation sambil nunggu berangkat. Singkat cerita, lewat 15 menit dari jadwal, kita jalan. Tidak ada masalah disepanjang jalur utama Slawi-Bumiayu, tapi begitu masuk Ajibarang macetnya bikin pantat kesemutan. Untungnya sih macet dikarenakan truk didepan gak kuat nanjak, coba kalau macetnya gara-gara kepenuhan kendaraan, bisa tahun depan baru nyampe Baturaden. Begitu sampai daerah perkotaan (Purwokerto), tidak akan kesusahan bagi siapa saja yang ingin ke Obyek wisata Baturaden, karena sangat banyak sekali plang penunjuk jalan menuju kesana. Tak terasa sudah 4 jam ternyata kita dijalan dan baru sampai. Terlihat sudah banyak sekali pengunjung yang datang, baik dengan keluarga, sepasang suami-istri atau kekasih. Selanjutnya kita langsung masuk ke wisata alam yang paling terkenal di Banyumas ini. Baturaden itu bener-bener is the best banget, dimana pun kita berada, bisa dijadikan spot foto yang kece banget. 

Dengan keindahan alam yang terbentuk dengan sangat indah dan menakjubkan ini bisa menjadi magnet ketika akhir pekan dan libur panjang seperti sekarang ini. Di tambah lagi lokasinya yang berada di kaki gunung slamet yang menjadikan cuaca di tempat ini sangat sejuk dan membuat kita tidak akan pernah merasa bosan untuk datang lagi dan lagi. Sedangkan fasilitas yang ditawarkan juga beragam : Ada kolam renang, kolam luncur, pijat belerang, mandi air panas, komedi putar dan kereta mini. Fasilitas lainnya seperti mushola, toilet, dan berbagai tempat duduk juga terjaga akan kebersihannya. The bestnya ada wisata lagi didalam obyek wisata Baturaden. Kenapa dibilang ada wisata lagi, simple... karena masuknya bayar dan dapet tiket lagi. Wisata-wisata ini bernama : Pancuran pitu dan telu, Telaga Sunyi, Bumi perkemahan, Kaloka widya mandala (BonBin), Teater alam baturaden. Ibaratnya Baturaden itu kayak sebuah tempat yang sengaja dibuat untuk diliburanin dari dulu, dulu banget malah. Saya sih gak tau pasti cerita awal berdirinya Baturaden ini, yang jelas siapa pun orangnya yang pertama kalinya nemuin tempat ini pasti jiwanya traveler sejati banget. _________________________________________ Kembali ke cerita. Selanjutnya kita yang masih muda-muda kayak saya dan sodara sepupu lainnya bisa seru-seruan di sungai kecil yang cantik ini sambil foto dengan background tebing yang terdapat air yang mengalir. Kemudian kita naik kejembatan yang waow banget pemandangannya, dari sini kita bisa lihat setengah dari luasnya obyek wisata Baturaden.
Setelah berjam-jam keliling di Obyek wisata Baturaden, meskipun tiap sudut gak kita datangi, karena perlu waktu berhari-hari untuk menyusuri ke berbagai spot menarik lainnya, akhirnya kita menemukan tempat yang sepi, yang nyaman dan yang terpenting di alam terbuka. Emang untuk ngapain? untuk makan bareng sekeluarga. Kemudian kita buka tikar dan semua makanan yang sudah dibawa dari rumah keluarkan. Makan bareng keluarga di tempat terbuka kayak gini itu rasanya bener-bener hangat dan harmonis. Jujur. Meskipun banyak orang bilang kalau kita adalah keluarga yang harmonis, akan tetapi itu dari luaran saja, sebenernya banyak pertikaian kecil diantara kami seperti saya dengan orangtua, saya dengan kakaknya ibu, saya dengan kakek-nenek begitupun semuanya, hal utamanya karena salah pemahaman, juga karena kita sama-sama sibuk dengan urusan masing-masing yang kadang dapat menimbulkan rasa kesal. Tapi untungnya kita semua sama-sama orang dewasa, maksudnya sebesar apapun masalahnya bisa kita perbaiki dengan kepala dingin. Dan ketika sedang makan bersama diluar ini, baru kita terlihat seperti keluarga yang paling harmonis didunia. Penuh canda antara bapak-bapak, antara ibu-ibu, anak-anak, kadang juga antara bapak dan anak, bapak dan ibu, atau ibu dan anak.

Memang penting bagi keluarga siapa saja untuk melakukan kegiatan diluar rumah. Ini demi menjaga rasa cinta diantara kita. Dan yang paling spesial adalah kita makan di luar, di alam, bukan dirumah yang dikelilingi berbagai tembok. Ibu dan Bude saya sama-sama bilang "Entar kapan-kapan makan diluar lagi kayak gini" Ini memang yang saya impikan dari dulu, Karena bagi saya keluarga adalah rumah, seberapa buruk kita diluar, keluarga akan tetap menerimanya. Makanya kita diwajibkan untuk piknik atau liburan bareng keluarga minimal setahun sekali demi menjaga keharmonisan. Tapi impian besar saya bukan ini, melainkan ingin menyatukan seluruh keluarga besar kakek buyut saya untuk mengadakan liburan bareng yang kita atur sendiri atau bisa juga mengikuti paket liburan dari HIS Travel Indonesia, dengan berbagai pilihan paket wisata domestik yang kita inginkan. Dengan HIS Travel Indonesia juga kita bisa liburan dengan tenang, aman, dan tidak bingung mau tidur dimana karena kita bisa juga booking hotel dengan mudah, dan nyaman istirahat di Hotel pilihan kita.
Semoga apa yang saya impikan ini bisa tercapai bersama HIS Travel Indonesia. Dan inilah pengalaman pertama kalinya saya dan keluarga dari kakek liburan bareng ke Baturaden.

Baca juga :
- Sejuknya Udara di Kebun Teh Kaligua 
- Mendaki Gunung Prau 
- Pantai Keren di Tegal 

Selasa, 20 Desember 2016

Keluyuran di Desa Wisata Ketenger #2 : Dalam 2 jam Bisa Keliling Dunia



Berapa uang yang harus kita keluarkan untuk melihat Menara Eiffel di Prancis, Colloseum di Roma, Menara Pisa di Itali, bunga tulip dan kincir angin di Belanda, lalu Bunga Sakura di Jepang, Taj Mahal di India, Menara Kembar di Malaysia, Gedung Putih dan Patung Liberty di Amerika. Berapa? Pasti miliaran rupiah untuk keliling melihat icon di beberapa negara. Bagi saya, mungkin perlu jual rumah, tanah, motor, tv, sampai keran air dijual sekalipun belum tentu cukup untuk keluyuran ke tempat-tempat diatas. Lalu gimana supaya saya bisa foto di depan Menara eiffel dan yang lainnya dengan harga minim? Jawabannya ada di Desa Wisata Ketengger.

Emang ada apa disana ki?

Baru-baru ini, Kab. Banyumas/Kota Purwokerto telah meresmikan wisata baru yang berada didesa ketengger, Kec. Baturaden. Dengan memberikan tema : Taman Miniatur Dunia. Sedangkan nama obyek wisatanya adalah Small Wordl.

Sesuai dengan temanya, disini ada berbagai miniatur dunia, atau bisa dibilang miniatur iconnya negara-negara yang ada di Bumi. Kalau di Mars saya gak tau ada negara atau gak disana. Jadi kita gak perlu repot-repot lagi ke Itali untuk melihat Menara Pisa, cukup datang ke Banyumas, lebih tepatnya di Kota Purwokerto, Kec. Baturaden, Desa Ketengger. Disitu kita bisa puas foto-foto dengan latar belakang icon dari negara sesuka kita. Dan yang terpenting masuknya cuma 15ribu. Gak perlu jual rumah buat keliling dunia.



Karena itulah, mumpung saya and the gengs sedang di Desa Ketengger sehabis ke Curug Jenggala, kita mampir ke taman miniatur dunia ini (Lagi). Iya... sebulan sebelumnya saya pernah kesini bersama Mala (pacar), Wiwi dan Halimah (temen-temennya Mala), tapi waktu itu masih ada yang belum sempurna miniaturnya, dan sekarang Small Wordl sudah siap untuk dikunjungi wisatawan.

Sebelum bercerita didalamnya kayak gimana, ada sedikit tips dari saya sebelum masuk ke Small Wordl :
1. Wajib bawa kamera, karena ini tempat untuk berfoto. Kalau mau bawa senjata paint ball terus pengin seru-seruan, pergi aja ke Jalur Gaza. Seru dan mematikan.
2. Jangan berlagak mesra disini, karena ini tempat ramai dan banyak yang jomblo. Kalau mau cari tempat yang kebarat-baratan, sepi, sunyi, dan gak ada orang yang ganggu, pergi aja ke kuburan belanda. Sepi dan kebarat-baratan.
3. Wajib narsis. Karena kalau cuma diem-diem aja, mending pergi ke warung mpok iyem, disitu bisa diem sambil ngopi.
Terakhir.
4. Dilarang buang sampah sembarangan. Kalau masih aja buang sampah sembarangan, mending jadi monyet aja. Karena cuma monyet yang buang sampah sembarangan.

Sekarang saatnya kita masuk.


Setelah membeli tiket masuk, kemudian tangan kita disetempel sebagai tanda bahwa kita masuk kejalan yang benar.

Pertama-tama kita disambut miniatur air mancur marina bay sands, icon Singapura dan miniatur patung selamat datang lengkap dengan air mancurnya juga sebagai awal perjalanan kita keliling dunia.


Selanjutnya kita ke Malaysia, Jepang, India, Amerika, Mesir, Belanda, Prancis, Italia, Australia dan masih banyak lagi yang kita datangi.

Disini juga ada rumah adat kalimantan, rumah adat papua, ada monas juga. Anak-anak yang suka eksis pasti seneng banget di tempat kayak gini, apalagi pemandangan diluar taman ini juga keren banget, yaitu hamparan padi yang hijau, kemudian bukit yang samar-samar terlihat karena banyak kabut, ada juga kegagahannya Gunung Slamet siap menambah kekerenannya tempat ini.


Sedangkan fasilitas lainnya, ada tempat bermain anak, gazebo, toilet dan mushola yang semuanya terbuat dari bambu. Keren.

Hanya dalam 2 jam saja kita bisa keliling dunia. Namun, dari sekian hal yang saya liat dan amati, hanya ada satu kekurangannya, yaitu makanan. Bukan berarti disini gak ada yang jual makanan, malahan banyak, disebelah pintu masuk ada deretan penjual makanan dan pernak-pernik bertuliskan Small Wordl. Hanya saran sih, harusnya ada juga yang jual makanan khas dari negara-negara tersebut, ini akan menyempurnakan tempat ini. Jadi setelah foto dengan background negara jepang, begitu keluar taman makannya Sushi, atau mungkin sukanya ke eropa, begitu keluar taman, makannya Pizza (makanan khas Itali). Kalau sukanya lokal ya paling makan pecel, nasgor, bakso dan kalau saya sukanya ke warteg.


Ada satu lagi sih saran dari saya, tapi ini keluar dari tema taman miniatur dunia. Saran saya ini lebih ke taman miniatur nusantara, jadi dibikin miniatur-miniatur dari berbagai icon nusantara, kayak Candi borobudur, Candi prambanan, Tugu pahlawan, Tugu surabaya, Pura di bali, atau dibuatin patung komodo sebagai iconnya NTT dan NTB. Ini akan membuat wisatawan jadi belajar mengenal nusantara juga.

Keren gak saran dari saya? Emang cocok dah kalau jadi mentri pariwisata. Hehe...

Karena waktu sudah sangat sore, saya and the gengs putuskan untuk pulang. Mengingat jalur utama Purwokerto-Tegal pasti akan macet, jadi sebisa mungkin kita pulang sebelum jam 4. Tapi meskipun dengan waktu 2 jam saja, kita puas keliling dunia.