Selasa, 20 Desember 2016

Keluyuran di Desa Wisata Ketenger #2 : Dalam 2 jam Bisa Keliling Dunia



Berapa uang yang harus kita keluarkan untuk melihat Menara Eiffel di Prancis, Colloseum di Roma, Menara Pisa di Itali, bunga tulip dan kincir angin di Belanda, lalu Bunga Sakura di Jepang, Taj Mahal di India, Menara Kembar di Malaysia, Gedung Putih dan Patung Liberty di Amerika. Berapa? Pasti miliaran rupiah untuk keliling melihat icon di beberapa negara. Bagi saya, mungkin perlu jual rumah, tanah, motor, tv, sampai keran air dijual sekalipun belum tentu cukup untuk keluyuran ke tempat-tempat diatas. Lalu gimana supaya saya bisa foto di depan Menara eiffel dan yang lainnya dengan harga minim? Jawabannya ada di Desa Wisata Ketengger.

Emang ada apa disana ki?

Baru-baru ini, Kab. Banyumas/Kota Purwokerto telah meresmikan wisata baru yang berada didesa ketengger, Kec. Baturaden. Dengan memberikan tema : Taman Miniatur Dunia. Sedangkan nama obyek wisatanya adalah Small Wordl.

Sesuai dengan temanya, disini ada berbagai miniatur dunia, atau bisa dibilang miniatur iconnya negara-negara yang ada di Bumi. Kalau di Mars saya gak tau ada negara atau gak disana. Jadi kita gak perlu repot-repot lagi ke Itali untuk melihat Menara Pisa, cukup datang ke Banyumas, lebih tepatnya di Kota Purwokerto, Kec. Baturaden, Desa Ketengger. Disitu kita bisa puas foto-foto dengan latar belakang icon dari negara sesuka kita. Dan yang terpenting masuknya cuma 15ribu. Gak perlu jual rumah buat keliling dunia.



Karena itulah, mumpung saya and the gengs sedang di Desa Ketengger sehabis ke Curug Jenggala, kita mampir ke taman miniatur dunia ini (Lagi). Iya... sebulan sebelumnya saya pernah kesini bersama Mala (pacar), Wiwi dan Halimah (temen-temennya Mala), tapi waktu itu masih ada yang belum sempurna miniaturnya, dan sekarang Small Wordl sudah siap untuk dikunjungi wisatawan.

Sebelum bercerita didalamnya kayak gimana, ada sedikit tips dari saya sebelum masuk ke Small Wordl :
1. Wajib bawa kamera, karena ini tempat untuk berfoto. Kalau mau bawa senjata paint ball terus pengin seru-seruan, pergi aja ke Jalur Gaza. Seru dan mematikan.
2. Jangan berlagak mesra disini, karena ini tempat ramai dan banyak yang jomblo. Kalau mau cari tempat yang kebarat-baratan, sepi, sunyi, dan gak ada orang yang ganggu, pergi aja ke kuburan belanda. Sepi dan kebarat-baratan.
3. Wajib narsis. Karena kalau cuma diem-diem aja, mending pergi ke warung mpok iyem, disitu bisa diem sambil ngopi.
Terakhir.
4. Dilarang buang sampah sembarangan. Kalau masih aja buang sampah sembarangan, mending jadi monyet aja. Karena cuma monyet yang buang sampah sembarangan.

Sekarang saatnya kita masuk.


Setelah membeli tiket masuk, kemudian tangan kita disetempel sebagai tanda bahwa kita masuk kejalan yang benar.

Pertama-tama kita disambut miniatur air mancur marina bay sands, icon Singapura dan miniatur patung selamat datang lengkap dengan air mancurnya juga sebagai awal perjalanan kita keliling dunia.


Selanjutnya kita ke Malaysia, Jepang, India, Amerika, Mesir, Belanda, Prancis, Italia, Australia dan masih banyak lagi yang kita datangi.

Disini juga ada rumah adat kalimantan, rumah adat papua, ada monas juga. Anak-anak yang suka eksis pasti seneng banget di tempat kayak gini, apalagi pemandangan diluar taman ini juga keren banget, yaitu hamparan padi yang hijau, kemudian bukit yang samar-samar terlihat karena banyak kabut, ada juga kegagahannya Gunung Slamet siap menambah kekerenannya tempat ini.


Sedangkan fasilitas lainnya, ada tempat bermain anak, gazebo, toilet dan mushola yang semuanya terbuat dari bambu. Keren.

Hanya dalam 2 jam saja kita bisa keliling dunia. Namun, dari sekian hal yang saya liat dan amati, hanya ada satu kekurangannya, yaitu makanan. Bukan berarti disini gak ada yang jual makanan, malahan banyak, disebelah pintu masuk ada deretan penjual makanan dan pernak-pernik bertuliskan Small Wordl. Hanya saran sih, harusnya ada juga yang jual makanan khas dari negara-negara tersebut, ini akan menyempurnakan tempat ini. Jadi setelah foto dengan background negara jepang, begitu keluar taman makannya Sushi, atau mungkin sukanya ke eropa, begitu keluar taman, makannya Pizza (makanan khas Itali). Kalau sukanya lokal ya paling makan pecel, nasgor, bakso dan kalau saya sukanya ke warteg.


Ada satu lagi sih saran dari saya, tapi ini keluar dari tema taman miniatur dunia. Saran saya ini lebih ke taman miniatur nusantara, jadi dibikin miniatur-miniatur dari berbagai icon nusantara, kayak Candi borobudur, Candi prambanan, Tugu pahlawan, Tugu surabaya, Pura di bali, atau dibuatin patung komodo sebagai iconnya NTT dan NTB. Ini akan membuat wisatawan jadi belajar mengenal nusantara juga.

Keren gak saran dari saya? Emang cocok dah kalau jadi mentri pariwisata. Hehe...

Karena waktu sudah sangat sore, saya and the gengs putuskan untuk pulang. Mengingat jalur utama Purwokerto-Tegal pasti akan macet, jadi sebisa mungkin kita pulang sebelum jam 4. Tapi meskipun dengan waktu 2 jam saja, kita puas keliling dunia.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar